Mengenal Sepsis dan Global Sepsis Alliance

Mengenal Sepsis dan Global Sepsis Alliance

Mengenal Sepsis dan Global Sepsis Alliance – Mungkin tidak sedikit yang masih asing dengan istilah sepsis. Ternyata, sepsis diketahui sebagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Pertama kali ditemukan pada 2002, penyakit satu ini dianggap sebagai kondisi gawat darurat dan dapat menyebabkan kematian.

Sebagai bentuk kesadaran terhadap penyakit sepsis, Carl Flatley mendirikan organisasi yang diberi nama Sepsis Alliance atau aliansi sepsis. Melalui organisasi tersebut, kesadaran akan penyakit infeksi sepsis semakin tinggi. Untuk lebih lengkapnya, simak informasi tentang sepsis berikut ini:

Apa Itu Sepsis?

Sepsis merupakan salah satu indikasi terjadinya infeksi dalam tubuh. Penyakit ini disebutkan juga sebagai penyakit komplikasi yang berbahaya. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh manusia yang bertugas melawan infeksi, melakukan tugasnya secara berlebihan.

Saat sistem kekebalan tubuh menyerang infeksi dengan berlebihan, tubuh manusia akan menerima dampak yang buruk. Selain menyebabkan kerusakan organ dan jaringan, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian.

Penyebab Sepsis

Infeksi yang terjadi pada penyakit sepsis disebabkan oleh bakteri, jamur, virus hingga parasit. Bagian tubuh manapun dapat menjadi target penyerangan infeksi ini. Pada umumnya, sepsis sering terjadi karena infeksi pada paru-paru, saluran pencernaan, saluran kemih, bahkan di kulit.

Tanda-tanda Infeksi
Seperti infeksi pada umumnya, tanda terserang penyakit sepsis pertama kali yakni penderita akan merasakan demam. Selain itu, penderita juga akan mengalami penurunan tekanan darah yang drastis, suhu tubuh rendah atau mengalami hipotermia, menggigil dan napas akan terasa sesak.

Denyut jantung penderita sepsis juga mengalami peningkatan, serta penderita akan mengalami mual dan muntah. Tidak hanya itu, penderita sepsis juga mengalami diare.
Meskipun tanda-tanda yang telah disebutkan adalah gejala infeksi sepsis, tetapi diagnosis terhadap penyakit ini tetap harus dilakukan setelah berbagai pemeriksaan. Untuk pemeriksaan sendiri, pasien yang mengalami gejala dapat melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap.

Awal Mula Berdirinya Aliansi Sepsis

Kasus sepsis yang pertama, ditemukan pada tahun 2002. Penderitanya adalah seorang wanita 23 tahun yang sedang menempuh pendidikan sebagai guru sekolah dasar. Wanita bernama Erin K. Flatley itu, sempat menjalani prosedur operasi sebelum akhirnya meninggal dunia.

Setelah menjalani operasi, Erin dilaporkan kembali dibawa ke UGD karena merasakan sakit yang luar biasa pada bagian tubuhnya. Enam hari selesai operasi, Erin dinyatakan meninggal dunia dan penyebabnya adalah syok septik.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Erin, menunjukkan bahwa jumlah darah putih pada wanita itu mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebutlah yang mendorong ayahnya, Carl Flatley, seorang pensiunan endodontist, melakukan penelitian terhadap penyebab kematian putrinya itu.

Saat itu, istilah sepsis masih sangat asing, sehingga Carl Flatley cukup frustasi saat mencatat hasil penelitiannya. Apalagi begitu ia tahu bahwa, putrinya meninggal karena suatu hal yang masih asing baginya.

Lewat penelitian tersebut, Carl Flatley mendirikan organisasi nirlaba yang ia beri nama aliansi sepsis pada tahun 2003. Melalui penelitian ini pula, Carl Flatley melakukan pendidikan kepada dokter dan staff UGD tentang penyakit sepsis.

Global Sepsis Alliance

Fakta-fakta Seputar Aliansi Sepsis

Aliansi sepsis menjadi awal mula terbentuknya aliansi dunia untuk penyakit sepsis. Aliansi tersebut dinamakan Global Sepsis Alliance.

Melalui berbagai kampanye dan penelitian yang telah dilakukan oleh aliansi sepsis, kesadaran akan penyakit ini perlahan-lahan semakin tinggi. Sebelum membahas lebih lanjut tentang kesadaran masyarakat terhadap sepsis, simak fakta seputar aliansi sepsis, berikut ini:

1. Sumber Dana
Untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, aliansi sepsis mendapatkan dana melalui pendonor. Dana yang didapatkan berasal dari pendonor dikalangan masyarakat, yayasan dan beberapa perusahaan.

Selain itu, aliansi sepsis juga mendapatkan tambahan dana dari penggalangan dana yang dilakukan setiap tahun. Berbagai materi yang membahas tentang sepsis juga menghasilkan dana untuk organisasi tersebut.

2. Upaya Meningkatkan Kesadaran Sepsis
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sepsis, aliansi sepsis mengadakan kegiatan untuk melakukan survei terhadap pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tersebut. Survei pertama dilakukan pada tahun 2010, dan memperoleh hasil 66% masyarakat masih asing dengan sepsis.

Hasil survei tersebut semakin memperkuat alasan untuk meningkatkan kesadaran terhadap sepsis. Oleh sebab itu, aliansi sepsis terus berupaya melakukan survei serupa untuk mengetahui tentang pengetahuan masyarakat terhadap penyakit infeksi ini.

Markas pusat aliansi sepsis di San Diego, California, Amerika Serikat, terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai sepsis. Hingga pada tahun 2018, kesadaran akan sepsis semakin meningkat.

Hal tersebut ditandai dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa terdapat 65% orang dewasa di Amerika Serikat, melaporkan pernah mendengar istilah sepsis. Namun, data lain menunjukkan bahwa masyarakat belum mengetahui gejala-gejala penyakit tersebut.

3. Menetapkan Bulan Peduli Sepsis
Langkah lain yang dilakukan aliansi sepsis untuk menyadarkan pentingnya mengetahui tentang sepsis, yakni dengan menetapkan bulan peduli sepsis. Setiap bulan September, aliansi sepsis melakukan promosi tentang kepedulian terhadap sepsis di media sosial.

Para pendukung yang peduli, ikut berpartisipasi dengan membagikan foto, slogan, membagikan materi seputar sepsis dan menggunakan pita merah-hitam. Tagline yang berbunyi, ‘Know sepsis,’ menjadi tagar yang ikut dipromosikan dalam kampanye ini.

Aliansi Dunia untuk Sepsis

Globalsepsisalliance – Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, aliansi sepsis yang berpusat di Amerika Serikat, menjadi pelopor utama berdirinya Global Sepsis Alliance. Aliansi dunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sepsis dengan jangkauan lebih luas.

Kegiatan yang dilakukan yakni melakukan Simposium untuk menciptakan definisi masyarakat tentang sepsis. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan sebagai langkah menyadarkan masyarakat global untuk mengakui sepsis sebagai kondisi darurat medis.
Melalui organisasi ini, para anggotanya menetapkan 13 September 2012 sebagai hari sepsis sedunia. Setiap tahun, kegiatan mengenai kampanye pencegahan dan mengenalkan sepsis kepada masyarakat, rutin dilakukan.

Meskipun terdengar menyeramkan dan mengancam nyawa, ternyata penyakit sepsis dapat dicegah dengan mengetahui gejala awalnya. Untuk itulah, aliansi dunia terus berupaya mengedukasi masyarakat global untuk peduli terhadap penyakit infeksi sepsis tersebut.

Related Posts