Bahaya Sepsis Pada Anak

Bahaya Sepsis Pada Anak – Sepsis merupakan suatu penyakit yang timbul akibat beberapa kondisi infeksi. Kondisi infeksi tersebut kemudian menimbulkan komplikasi karena respon dari sistem kekebalan tubuh. Infeksi dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dll yang kemudian masuk ke dalam sistem peredaran darah. Infeksi yang terjadi akan menyebabkan tubuh mengeluarkan sistem kekebalan tubuhnya untuk berperan dengan faktor penyebab infeksi. Akan tetapi, pada kondisi sepsis, faktor penyebab infeksi seperti bakteri dapat menyebabkan peradangan yang lebih luas dan menghambat kerja organ tubuh. Hal ini mengakibatkan tubuh kehilangan sistem kekebalan tubuhnya dan menyebabkan berbagai komplikasi penyakit. Jika tidak ditangani dengan serius, penyakit sepsis bisa menyebabkan kematian.

Sepsis adalah suatu penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi, penyakit ini lebih sering menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Salah satunya adalah anak kecil atau balita serta bayi. Sepsis seringkali menjadi penyakit bagi bayi yang baru lahir atau prematur. Penyakit ini juga memakan korban jiwa. Di Indonesia, angka kematian akibat sepsis bagi bayu baru lahir sebesar 12 – 50% dari total angka kematian dari bayi yang baru lahir. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan mengingat banyak bayi di Indonesia yang lahir prematur atau dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ada beberapa hal yang menyebabkan sepsis pada anak terutama bayi baru lahir. Penularan sepsis pada bayi baru lahir terjadi ketika ibu yang sedang hamil memiliki infeksi group B Streptococcus atau GSB. Gejala GSB pada ibu hamil adalah demam tinggi saat melakukan persalinan, air ketuban yang pecah terlebih dahulu selama 24 jam sebelum persalinan, batu terlahir prematur, atau air ketuban pecah dini yang merupakan kondisi dimana air ketuban pecah sebelum 37 minggy kehamilan. Bayi yang baru lahir juga dapat tertular sepsis saat ia dirawat di ruang NICU. Sistem kekebalan tubuh yang lemah menjadi alasan utama bayi dapat tertular sepsis. Sepsis tidak hanya menyerang bayi yang baru lahir. Sepsis juga dapat menyerang anak yang lebih tua. Sepsis dapat terjadi ketika anak terluka atau mengalami lecet saat bermain. Akan tetapi, luka terbuka tersebut tidak diobati dengan semestinya. Sehingga, menyebabkan bakteri masuk dan menimbulkan infeksi. Selain itu, anak kecil juga dapat mengalami beberapa penyakit yang menimbulkan sepsis seperti infeksi telinga, infeksi saluran kencing, pneumonia, gizi buruk, dan meningitis.

Ada beragam gejala sepsis pada anak yang dapat dikenali. Beberapa gejala tersebut mungkin dianggap biasa oleh sebagian orang tua. Akan tetapi gejala tersebut bisa jadi salah satu gejala sepsis. Bayi yang terkena sepsis akan menjadi sulit makan atau minum bahkan minum asi. Selain itu, bayi atau anak yang terkena sepsis akan mengalami demam dengan suhu tinggi lebih dari 38 oC atau sebaliknya suhu tubuh bayi atau anak akan menjadi rendah. Karena merasa tidak enak badan, bayi atau anak akan lebih sering merengek dan menangis. Selain itu, terjadi perubahan perilaku dimana bayi atau anak menjadi lebih lesu dan lemah sehingga hanya berdiam diri. Gejala klinis sepsis pada bayo atau anak juga ditandai dengan detak jantung yang lebih cepat saat sepsis awal atau detak jantung yang lebih lambat saat sepsis akhir. Selain itu, bayi atau anak akan mengalami kesulitas napas bahkan apnea. Penyakit sepsis yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan fungsi organ dan kematian pada bayi atau anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!